Article Title - CarnahanHall

CarnahanHall

Cara Menulis Esai yang Efektif dan Menarik – yang Berbobot Bukan Selalu Baik

Merasa kesulitan menulis esai? Ketika diberikan tugas menulis, tidak sedikit yang mengeluh. Bahkan malas dengan perhitungan minimal kata dan informasi yang diminta. Bahkan ada yang melihat esai itu rumit banget dan banyak maunya. Padahal tidak harus dianggap susah. Berikut adalah cara menulis esai yang efektif dan menarik, yang akan bantu Anda melalui prosesnya dengan lebih mudah!

Mengenal esai

Apakah menulis Esai itu harus selalu tebal dan penuh dengan kata yang berbobot? Ternyata tidak. Sebuah esai yang efektif adalah karangan atau tulisan yang mampu menyampaikan kejadian hingga informasi secara faktual dan benar. Tidak harus berbobot, tapi lebih mengena dan komunikatif dalam menyampaikan topik. Karena itu, esai pun tidak seperti skripsi, tesis, makalah, laporan penelitian, bahkan disertasi. Pasalnya, esai itu lebih mudah dan memiliki struktur dan kaidah penulisan tersendiri. Yang menjadi kunci dari esai adalah sifatnya yang subjektif dan argumentatif. Tak heran jika esai dianggap mampu melahirkan pandangan akan suatu topik dana bentuk tulisan pendek. Terdapat ciri ciri tertentu soal tulisan esai. Yang paling sering adalah prosa atau paparan informasi. Jumlahnya pun tidak terlalu panjang, karena relatif singkat, jelas, dan padat. Sifatnya yang subjektif juga memberikan keleluasaan dalam bahasa penulisan, termasuk di antaranya bahasa formal dan informal dengan gaya khas penulis. Yang paling penting adalah sifatnya aktual dengan menggunakan interpretasi, analisis serta refleksi dari sudut pandang penulis. Alhasil, isinya pun bisa berupa sikap, pikiran, hingga pendapat akan suatu gagasan, argumentasi, atau fakta. Dan yang terakhir adalah strukturnya yang hanya ada pendahuluan, isi, dan penutup saja.

Tips Menulis Esai Yang Baik

  1. Tentukan Topik Yang Sesuai Dengan Minat Atau Menarik Untuk Dibahas
Ingin bahas apa? Terserah apa yang Anda inginkan. Biasanya, topik atau rumusan masalah ini adalah yang menarik minat Anda sendiri. Baik itu hal yang berkaitan dengan keresahan pribadi seperti masalah atau isu sosial. Tema lingkungan yang sering dibahas. Keuangan, sampai topik yang sedang ramai dibicarakan. Untuk lebih mudahnya, Anda bisa gunakan tiga komponen pencarian rumusan masalah adalah konten utama (content terms), fokus atau lingkup (limiting terms), dan directive terms atau yang perlu dijabarkan. Seperti analisa, deskripsi, dan perbandingan. Dari dasar penulisan itu, maka nanti cara menulis esai yang efektif dan menarik akan lebih mudah.
  1. Jelaskan Argumen Dengan Fakta Yang Mendasar
Sebut saja contohnya masalah atau isu binatang liar seperti kucing di sekitaran kampung. Yang mana menjadi isu karena merusak dan mengganggu. Di sini Anda bahas batasan cakupan argumen adalah untuk memberi pendapat atau penjelasan mengenai cara menanggulangi populasi kucing yang membludak dan pentingnya sterilisasi kucing betina. Sampai di sini, penjelasan dan prosesnya cukup mudah. Namun, Anda juga perlu menuliskan argumen dengan fakta yang mendukung akan isu tersebut. Sebut saja mengenai program sterilisasi binatang peliharaan atau informasi terkait. Biasanya agar lebih mudah, Anda bisa memulai dengan melakukan riset mendalam akan fakta dan sumber yang terpercaya. Garis bawahi bahwa esai mungkin bersifat subjektif, namun tidak berarti tanpa dasar. Hal ini pula yang akan membuat data yang disampaikan lebih efektif, menarik, dan bisa dipertanggungjawabkan. Seberapa banyak sumber yang dibutuhkan? Secukupnya untuk memberi atau mendukung argumen yang diberikan. Saat ini Anda bisa menggunakan internet, situs media sosial, dan threat yang sedang ramai untuk dibahas. Selain memberi gambaran ide dan rumusan masalah, sumber tersebut juga bisa menjadi fakta serta sumbernya. Dengan sumber dan fakta yang jelas, maka topik yang disampaikan pun akan lebih masuk akal dan mudah diterima.
  1. Gunakan Kerangka Atau Draft Tulisan
Sebelum menorehkan semua batin dan opini ke dalam esai, sempatkan diri membuat draft. Draft ini berguna sebagai wadah dan kerangka logika yang ingin di runut di dalam esai. Intinya, Anda akan terbantu untuk menulis apa saja yang perlu, mengurangi informasi tidak penting, dan menyusun informasi agar lebih menarik. Bayangkan saja Anda terlalu senang membahas isu tertentu. Akhirnya malah terlalu sering muter dan tidak jelas pembahasannya mau ke mana. Disinilah draft membantu Anda mengatur rentetan informasi dan detail yang ingin disampaikan. Mulai dari struktur tulisan essay yang disampaikan secara logis dan menarik. Kemudian, menyusun argumen yang digunakan agar lebih tertata dan juga mudah dipahami. Menjelaskan pokok permasalahan yang lebih jelas dan sesuai target pembaca. Jangan terlalu rumit atau berbobot, sehingga menyulitkan Anda sendiri. Di draft juga Anda akan menata argumen dan bukti serta data pendukungnya. Jadi struktur esai akan lebih nyaman dibaca.
  1. Terapkan Struktur Penulisan Esai
Struktur esai sebenarnya hanya ada tiga, pendahuluan, pembahasan, dan penutupnya. Memasukkan draft ke dalam bagian esai sesuai fungsinya. Yakni di pendahuluan berisi informasi umum ke khusus dengan bahasan mengenai topik yang dikenalkan ke dalam pembahasan. Di sini, Anda juga bisa mengutarakan pemikiran untuk menjawab masalah utamanya. Di pembahasan akan berisi paragraf yang berisi gagasan dan pokok pikiran yang sudah dibuat di dalam draft. Argumen dan data faktual bisa dimasukkan di dalam pembahasan. Sehingga memberi konteks akan pentingnya isu dan opini yang sedang diangkat. Kemudian masuk ke dalam penutup. Penutup berisi kesimpulan dari seluruh rangkaian isu atau masalah yang diangkat. Kemudian argumen dan fakta, hingga opini yang diberikan pun dirangkum di bagai ini. Yang perlu diperhatikan adalah penulisan dari khusus ke umum. Jadi masukan bisa diterapkan untuk khalayak umum. Menariknya, cara penulisan ini kurang lebih sama dengan bahasa inggris yang bisa dipelajari bersama kursus Inggrism.
  1. Tambahkan sumber dan baca ulang
Di akhir cara menulis esai yang efektif dan menarik adalah memberikan sumber dan rujukan. Perlu diingat, jika sumber ini bersifat sangat penting meski esai berfokus pada argumen dan opini penulis. Pasalnya sumber ini akan menjadi backing atau pendukung informasi yang disampaikan, termasuk di antaranya penggunaan data yang digunakan. Dengan informasi yang valid, maka argumen pun bisa dipertahankan dan dipercayai. Sebelum mengakhiri penulisan, lakukan cek ulang atau evaluasi. Baca kembali dari awal untuk melihat urutan, kosakata, dan bahasa yang digunakan. Jika punya akses kepada proofreader, mintalah bantuan mereka untuk melakukan review esai yang Anda buat. Apa harus membayar proofreader? Biasanya, proofreader sendiri tidak harus oleh mereka yang ahli dan memiliki tarif tinggi. Anda bisa meminta tolong teman sejawat atau keluarga untuk membaca esai terlebih dahulu. Minta masukan dari mereka jika ada bahasa, penuturan, atau informasinya yang kurang tepat. Jadi hasil akhir pun akan lebih maksimal. Sudah jelas, jika menulis esai itu memang lebih mudah jika dibanding dengan karya tulis lainnya. Mulai dari bahasan, bahasa yang digunakan, gaya tulisan, hingga panjang esai pun tidak terlalu mengikat. Yang penting adalah struktur dan isinya. Anda bisa menulis mengenai banyak topik yang kemudian diisi dengan argumen yang mendasar! Bukan hanya mengarang.